A Life Journal.

Friday, 26 April 2019

Pengalaman Interview di Blibli.com



Berbekal keinginan untuk pindah bidang kerja setelah 3 tahun menggeluti dunia ban dan habisnya masa ikatan dinas, saya mulai coba apply ke perusahaan-perusahaan start-up, khususnya e-commerce karena memang kedepannya -menurut saya- bidang ini bakal jadi besar dalam beberapa tahun kedepan. Budaya dan lingkungan start-up yang enerjik dan terus dituntut untuk berkembang juga menjadi alasan mengapa saya ingin sekali pindah bidang ke e-commerce. Perusahaan pertama yang saya apply adalah Blibli.com atau PT. Global Digital Niaga.

Saya nemu lowongan Blibli.com di Jobstreet dan tanpa babibu langsung saya apply. Saya daftar untuk bagian Product Management karena dari semua lowongan yang buka pada waktu itu, yang menerima all major cuma project management *maklum, background pendidikan gak nyambung jadinya cari all major.

Proses pendaftaran di Jobstreet *seperti yang kita semua sudah ketahui pastinya* cukup simple, cuma klik apply dan nulis sedikit mengenai kita. Kira-kira 3 hari setelah apply, tiba-tiba ada nomor nggak dikenal menghubungi saya dan ternyata waktu saya angkat ternyata dari Blibli mau menjadwalkan interview YEAY.

Waktu itu posisinya adalah hari Kamis, dan interview saya dijadwalkan hari Senin. Saya langsung setuju karena emang lagi nggak ada apa-apa yang mendesak juga di kantor. Beberapa jam kemudian saya ditelfon lagi untuk me-reschedule interview saya jadi hari Selasa jam EMPAT SORE. Saya setuju lagi karena saya jadi nggak usah cuti, bisa ngantor setengah hari lalu langsung cus ke Jakarta. Sorenya dari pihak Blibli langsung kirim email untuk undangan resminya, di emailnya udah ditulis siapa interviewernya jadi kita bisa lah kepo dulu si interviewer kita tuh dari bidang apa. 

Di email tertulis yang interview saya ada 3 orang, atas saran teman saya, saya langsung cari nama-nama tersebut di linkedin. Interviewer saya ternyata adalah seorang warehouse manager, operation management project (?) dan seorang lagi saya nggak nemu. 

Kebetulan mantan teman kerja saya ada yang pindah ke Blibli.com sebulan sebelumnya jadi saya bisa tanya-tanya dulu. Pertanyaan pertama yang saya tanya ke dia adalah ............ 'Kalo interview di start up gitu pake baju apa? Pake office look kayak dulu kita lamar kerja atau casual si?' My biggest concern was what should I wear *god please judge my priority -_-. Disitu saya nggak bilang sama dia bahwa saya dipanggil interview di Blibli, tapi rupanya dia tau karena ternyata yang interview saya adalah atasan dia. Dikasih tips lah sama dia suruh pelajari core valuenya Blibli, baca-baca websitenya dan sebagainya.

Dua hari sebelum interview saya sibuk belajar tentang company profile dan tentang project mangement karena emang itu skill yang mau saya jual. 

Hari selasa saya pamit pulang setengah hari dari kantor dan langsung menuju ke kantor Blibli di Slipi. Bukan kantor pusatnya sih, tapi pas saya masuk langsung 'wow ini kantor asik amat orang-orangnya'. Udik banget w. Dibandingin dengan kantor pabrik saya yang pake seragam, disana fashionable abis orang-orangnya. Gap umurnya juga nggak terpaut jauh antar karyawannya. No wonder lah perusahaan start-up lingkungannya sehat dan terus berkembang *bicara dari pengalaman sebaliknya*. Kantornya juga warna-warni, nggak kayak cubicle saya di kantor..........

Nggak lama nunggu kemudian ada seseorang mas-mas masi muda banget yang manggil saya buat interview. Saya kira dia anak magang yang manggilin doang, tau-tau dia salah satu interviewernya dong. Jadi hari itu interviewer saya yang datang cuma 2 orang, si mas ini dan warehouse manager bosnya temen saya. Jadi rupanya saya disini saya diinterview untuk posisi di warehouse walau saya daftarnya untuk product management.

Interviewnya diawali dengan perkenalan. Karena saya udah punya pengalaman kerja, jadi yang mereka gali adalah pengalaman saya dan pola berpikir saya dalam memecahkan masalah. Ada study case juga tapi bukan yang harus dikerjain di kertas, cuma dalam bentuk pertaanyaan spontan "kalau ada case gini, kira-kira kamu bakal apa" dan sebagainya. Setelah itu tiba-tiba ada sesi cepat atau tepat. Jadi saya dikasi pertanyaan logika gitu, dan disuruh jawab dengan cepat atau tepat. Ini seru sih tapi saya panik jadi nggak bisa maksimal huhu. 

Setelah hampir beres, rupanya ada 1 orang lagi join untuk interview saya. Saya pikir dari orang product management, tapi rupanga dia warehouse manager lainnya. Saya diinterview sekali lagi dengan pertanyaan yang hampir mirip. Suasana interviewnya asyik sih nggak bikin tegang. Berjalan dua arah juga, kita boleh tanya-tanya, bahkan minta feedback.

Setelah selesai interview, saya pamit pulang.

Seminggu kemudian saya diemail bahwa tidak lolos. Oh well, syedih tapi it's okey. Lumayan untuk pengalaman yang sama sekali nggak related CV saya kepanggil aja udah bersyukur banget.

Beberapa hari kemudian temen saya yang kerja di Blibli WA saya tanya-tanya. Dia bilang bosnya udah interview beberapa orang setelah saya tapi merasa kok bagusan saya. Terus nanya saya bersedia nggak kalau ditempatkan di salah satu gudang di Tangerang. Dia bilang kalau saya mau, bosnya nanti mau coba ngomong lagi ke HRnya. Saya bilang saya bersedia tapi lalu tidak ada kabar lagi. Mungkin udah menemukan orang yang lebih cocok.

Mungkin rezeki saya bukan di Blibli.com.

Keep hunting!

Image source: diarytinasindy
3 comments on "Pengalaman Interview di Blibli.com"
  1. Thanks for sharing mbak, selama ini saya kepo juga gimana perusahaan start up interview calon karyawannya. Ternyata cukup beda dengan kantor biasa atau lembaga pemerintahan. Meski nggak lolos semoga nanti dapat rezeki yang lebih baik ya ^^

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Hai Nadia. Saya adhi. Boleh saya minta kontaknya? Ada beberapa hal yang mau saya tanyakan. Terima kasih.

      Delete

Custom Post Signature

Custom Post  Signature