A Life Journal.

Wednesday, 16 January 2019

Resolusi 2019: Usaha Souvenir Pernikahan

source: lavenderblue.ae

Mempunyai usaha sampingan merupakan cita-cita saya. Hal ini sudah saya simpan menjadi resolusi dari tahun 2016 namun belum terwujud sampai saat ini. Waktu pertama kali memiliki keinginan membuka bisnis sendiri, saya masih sangat blank dengan bisnis seperti apa yang ingin saya jalankan. Ketika mempersiapkan pernikahan tahun 2018, saya membuat souvenir pernikahan dan pengajian sendiri. Mulai dari mencari barang, mencari packaging, design dan print label, hingga pemasangan pita saya kerjakan sendiri (dengan bantuan sepupu dan calon suami sih tapi idenya dari saya). Di sini saya menyadari bahwa saya sangat menikmati prosesnya dan inilah bisnis yang ingin saya kembangkan di tahun 2019 ini.

Jaman sekarang, membuka bisnis tidak sesulit dulu. Di era yang serba digital ini, modal yang dibutuhkan pun tidak terlalu banyak. Hanya bermodalkan laptop dan internet, kita dapat memulai bisnis kita. Dari mulai sewa tempat usaha. mencari bahan baku, mencari pegawai, hingga pemasaran semua bisa dilakukan dari rumah dalam hitungan menit.

Namun bukan berarti dengan mudahnya membuka bisnis, kita jadi langsung terjun saja tanpa mencari tahu dahulu business proses input-proses-outputnya. Misalnya gambaran untuk rencana bisnis saya:

  • Input: Bahan baku - Toko offline di Cibadak, dan pusat grosir online supaya lebih murah
  • Proses: Pengerjaan di tempat usaha (sewa tempat usaha/rumah untuk awal-awal). Tenaga kerja: Saya, suami, freelancer istri-istri karyawan di kantor saya bekerja, tetangga yang berprofesi ibu rumah tangga.
  • Output: Pemasaran melalui IG, Facebook, partnering dengan WO dan vendor undangan. Pengiriman melalui pribadi dan expedisi.
Setelah business proses jelas, barulah kita breakdown lagi per prosesnya supaya rencana menjadi lebih matang.

Berkaca dari pengalaman saya membuat souvenir sendiri ketika menikah, ada beberapa hal yang perlu saya perbaiki ketika saya menjadikan pembuatan souvenir sebagai bisnis yang serius.

Baca juga: Persiapan Pernikahan

1. Tempat usaha

Ketika mempersiapkan souvenir untuk menikah, saya mengerjakan semuanya di kamar. Karena anggota yang mengerjakannya adalah keluarga, maka tidak ada masalah. Namun, karena saya berencana membuka bisnis ini dengan serius, saya harus memiliki tempat sendiri untuk pengerjaan dan tempat bertemu client. Walau sebagian besar marketing akan dilakukan melalui digital, menurut saya memiliki offline store akan menjadi nilai plus bagi calon customer yang ingin melihat langsung barang jadinya. Karena saya belum memiliki tempat sendiri, maka sewa ruko menjadi alternatif saya

 souvenir pernikahan saya 

 souvenir tambahan

2. Bahan Baku

Pengalaman saya dalam membuat souvenir pernikahan saya sendiri, saya kurang melakukan studi banding harga antar toko untuk beberapa toko offline yang saya beli. Untuk toko online pun saya tidak beli langsung di pusat grosir online, sehingga harga yang saya dapatkan cukup tinggi karena harga yang diberikan adalah harga satuan. Saya juga menyadari bahwa harga barang di toko online lebih murah daripada di toko offline (mungkin karena toko offline harus bayar sewa tempat ya). Sehingga untuk bisnis saya, saya akan membeli 80% barang saya secara online untuk menekan harga bahan baku dan lebih baik lagi jika belinya di pusat grosir online agar dapat harga grosiran.

contoh gantungan kunci desain awal 

 pencetakan label menggunakan kertas coklat

 pencetakan label menggunakan kertas coklat


3. Pegawai

Pegawai adalah komponen terpenting dalam suatu bisnis. Kalau tidak ada pegawai, siapa yang mau kerjainnya hayo? Jika barangnya sedikit dan tenggatnya lama, mungkin masih bisa saya kerjakan sendiri sepulang bekerja. Tapi kalau sekali pesan 1000 dengan tenggat 1 bulan? Saya yakin tidak akan sanggup sendirian. Untuk pegawai saya akan mencari pekerja lepas (freelance) karena bisnis ini merupakan project based.

4. Marketing

Sebelum memutuskan untuk membuat souvenir sendiri, saya sempat melihat-lihat vendor penyedia souvenir di instagram. Memang sih, dari foto yang ditampilkan lucu-lucu, namun untuk barang aslinya saya tidak tahu. Kebanyakan dari toko souvenir tersebut pun tidak mau mengirimkan sample sebelum deal. Ini yang membuat saya ragu dan pada akhirnya memutuskan membuat souvenir sendiri. Menjawab keresahan saya sendiri, untuk bisnis saya, saya akan memanfaatkan social media untuk memasarkan produk saya, namun jika calon pelanggan meminta sample, saya akan berikan. Untuk calon pelanggan yang berada di kota yang sama dengan saya, bisa mengunjungi offline store untuk melihat dan memilih langsung produk yang diinginkan.

5. Pengiriman

Untuk menjaga agar kualitas tetap terjaga, saya akan mengirimkan sendiri produk ke pelanggan di daerah Jabodetabek. Untuk pelanggan di luar Jabodetabek, saya hanya akan menjual produk yang tidak beresiko rusak ketika pengiriman.

Foto-foto souvenir pengajian dan siraman

shampoo dan sabun dikemas ulang dan diberi label


souvenir pengajian


Demikian rencana bisnis di tahun 2019 saya, doakan ya segera terwujud!


Kindly share your thoughts !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature