A Life Journal.

Wednesday, 26 December 2018

Tire 101


Kenapa bikin postingan ini? Karena sekarang saya bekerja di pabrik ban hoho. Dulu, sebelum saya kerja di pabrik ban, saya sama sekali nggak ngerti mengenai ban. Jangankan sampai ukuran, merknya pun saya ga tau ada apa aja. Saya sempat beberapa kali ganti ban waktu kuliah di Surabaya karena ban saya sobek. Waktu ke bengkel ban, ditanya mau pake merk apa soalnya lagi kosong merk yang sama dengan yang saya pakai, saya bingung. Ditanya tekanan yang biasa dipakai udah alien banget buat saya.


Setelah saya dapat kerja di pabrik ban, saya baru mulai ngerti sedikit-sedikit. Terlebih saya kerjanya di bagian R&D. Udah cukup paham lah mengenai hal mendasar. Jadi saya mau share sedikit mengenai ban terutama untuk orang-orang seperti saya waktu dulu, yang tinggal di luar kota sendirian dan ada kemungkinan mengalami masalah dengan ban.

Size tire

Ketika kita mau beli ban, pasti yang ditanya adalah sizenya berapa? Karena beda mobil yang dipake, size yang dipake juga beda. Mobil sama pun size tire bisa beda kalau udah di modif.
Jenis size yang lumrah pada ban mobil:


Ada beberapa angka yang akan saya breakdown:
P: Menandakan bahwa tire ini adalah untuk jenis passanger car. Mobil berpenumpang sehari-hari.
215 (A): lebar telapak ban (mm)
60 (B): Series ban. Series adalah angka berbentuk persentase. 60 menunjukkan angka 60% dari telapak ban, sehingga tinggi sidewall adalah 60% x 215 = 129mm
R16 (C): rim 16



Apakah kita boleh ganti size tire kalau size bawaan tidak ada?

Boleh, tapi sebaiknya satu set ukurannya sama.

Misalkan size tire bawaan kita adalah 195/60 R16. Kita bisa ganti ke 205/55 R16 atau 185/65 R16. Mudahnya adalah jika kita naik ukuran telapaknya satu step (195 ke  205), maka aspek rasio kita turunkan 1 step (60 ke 55) karena aspek rasio merupakan persentase dari telapak ban. Normalnya, kita bisa mengubah ukuran ban 1 step dengan tetap memperhatikan acuan tadi, namun lebih baik kita tidak mengubah ukuran bawaan karena sudah dirancang paling nyaman untuk digunakan.

Semakin rendah tinggi sidewall, ban akan semakin tidak nyaman digunakan karena tipisnya ruang untuk menahan goncangan. Tapi kelihatannya semakin keren sih hehe.

Tekanan Ban

Kalau kita mau tambah angin, biasanya abangnya akan nanya mau tekanan berapa? Nah ini dulu saya sama sekali nggak ngerti. Rangenya dari berapa pun saya ga tau. Rupanya ini adalah persoalan mudah. Kalau kita masih pakai ban bawaan, di pintu mobil sudah ada contekannya

source: gshservice

di stiker tersebut ada ukuran ban standard dan pressure rekomendasinya. Kalau diperbesar, kurang lebih isinya gini


Kenapa tekanan depan dan belakang beda? Ini terkait beban pada ban tersebut. Untuk mobil yang mesinnya ada di depan, otomatis beban pada ban depan akan lebih banyak dan menghasilkan defleksi yang lebih banyak, sehingga kalau tekanannya disamakan dengan belakang, ban depan akan lebih cepat botak. Untuk menyamakan tingkat defleksi dan mencegah ban botak duluan, maka tekanan ban depan dibuat lebih besar.

Tekanan pada ban ini juga bisa disesuaikan dengan kenyamanan. Jika kita membawa beban banyak, akan lebih enak jika tekanan lebih tinggi. Jika kita hanya sendirian di mobil, tekanan tidak dibutuhkan terlalu tinggi. Penyesuaian tekanan ini tentu saja tetap harus memperhatikan batas maksimum pressure dan beban, yang bisa dilihat di sidewall ban

source: gshservice

Sekian informasi basic mengenai tire. Untuk pembahasan ban lebih lanjut beberapa pernah saya share di quora.
Kindly share your thoughts !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature