A Life Journal.

Wednesday, 24 January 2018

Step #1 (the most crusial): Budgeting!

Sebelum mulai segala sesuatu, hal pertama yang wajib dilakukan adalah ...

Budgeting!


Why is it important?
Agar kita bisa membagi dimana biaya terbesar worth untuk dikeluarkan. Jangan sampe biaya untuk hal-hal kurang penting malah lebih besar dari biaya yang penting seperti venue dan katering.



Untuk rencana pernikahan aku, karena aku sebelumnya juga belum pernah berkecimpung dalam dunia pengurusan pernikahan, aku beli wedding plannernya thebridedept. Isinya cukup lengkap ada dokumen apa aja yang harus disiapin, gambaran kasar budgeting, apa aja yg harus diperhitungkan, sampe isi seserahan apa aja pun ada disana. Sangat membantu banget buat orang-orang yang awam kaya aku. Btw ini bukan promosi ya, cuma cerita pengalaman aja.

Jadi di dalam buku itu ada gambaran kasar pembagian budget (gambar diatas).


Dari situ kita masukin budget yang kita punya. Tapi kalau aku misal aku punya budget 200, yang akan aku masukin ke situ hanya 160. Kenapa? karena kalo untuk acara aku, ada beberapa hal yang belum dimasukin disitu misalnya make up, pengajian & siraman, kain untuk keluarga & temen-temen. Lain-lain yang ada di donut chart itu aku maksudkan untuk biaya tidak terduga nantinya. Lagian ini hanya guidline ya, bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing orang karena pasti beda beda juga.



 Setelah itu tinggal kita kalkulasiin.

Budget 160 juta misal, berarti:
Catering        : max 64 juta
Decor            : max 32 juta
Venue            : max 12.8 juta
Pakaian          : max 12.8 juta
Dokumentasi : max 12.8 juta
Akad              : max 8 juta
Lain-lain        : max 8 juta
Souvenir        : max 4.8 juta
Undangan      : max 4.8 juta

Sebetulnya boleh lebih, tapi harus ada yang kurang, biar jadi tambal sulam gitu ya. Satu hal kalo buat aku, pokoknya jangan sampe menego budget yang kita punya nambah-nambahin karena impulsif, kurang worth it menurut aku sih karena hidup tidak berakhir di hari resepsi aja, kedepan masih banyak hal-hal yang membutuhkan uang. Mending dipake buat ngisi rumah kalo aku sih.

Setelah kita tau berapa budget untuk per item, barulah kita survey vendor. Cari yang sesuai budget  tentunya.
Kindly share your thoughts !
Post a Comment

Custom Post Signature

Custom Post  Signature